APA YANG KITA CARI?

Yohanes 6:25-35


Ada berbagai alasan mengapa seseorang memilih untuk memeluk agama Kristen. Ada yang bermotivasi murni karena sungguh-sungguh ingin menyambut anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Namun, ada orang yang memeluk agama Kristen karena faktor keturunan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada yang bermotivasi untuk mendapatkan keuntungan tertentu.

Bagian Injil Yohanes yang kita baca hari ini merupakan kelanjutan dari peristiwa mukjizat Yesus ketika memberi makan lima ribu orang. Peristiwa itu membuat banyak orang tertarik untuk mencari Yesus. Namun, banyaknya orang yang mencari Dia tidak serta-merta membuat Yesus senang. Ia mengetahui bahwa sebagian orang mencari-Nya semata-mata karena tertarik pada kemampuan Yesus melakukan mukjizat. Mereka berharap melalui kemampuan-Nya itu, Yesus dapat memenuhi keinginan mereka. Mereka datang bukan karena memahami makna di balik tanda-tanda yang Yesus lakukan, yaitu kehadiran Kerajaan Allah.

Pada zaman sekarang pun tidak sedikit orang yang tertarik pada kekristenan karena tawaran berbagai “mukjizat”, seperti kesembuhan ilahi, kesuksesan hidup, dan sebagainya. Kemungkinan besar, orang-orang ini datang bukan untuk mencari Yesus, Sang Roti Hidup, melainkan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan: kesembuhan, kesuksesan, dan hal-hal sejenisnya. Apa motivasi kita mencari Yesus? Apa yang mendorong kita menjadi pengikut Kristus? Kiranya motivasi kita tidak salah. (Wasiat)

DOA: Bapa di surga, celikkan mata hati dan pikiran kami agar mampu mengenali makna di balik tanda yang Engkau perbuat. Amin.

Share this Post